RSS

Kesalahan yang Bertanggung Jawab

04 Mar

Di ciptakan sebagai makhluk sosial, manusia selalu berinteraksi dengan manusia lain. Hal ini sebagai bukti bahwa memang manusia tersebut mampu mencerna hakekatnya. Berinteraksi dengan orang lain, memang sangat rentan sekali dengan yang namanya gesekan kepentingan, senggolan kesensitifan dan juga labilnya pengendalian ego masing-masing individu. Benar adanya, kesalahan menjadi harga mati yang sangat sulit untuk dihindari.

Selain hakekat tentang hidup bersama, manusia juga memiliki kepastiannya sendiri. Manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Apalagi manusia jaman sekarang dimana kesalahan dan lupa seakan sudah menjadi bagian tak terelakkan dari hidupnya. Lalu, apakah dengan kesalahan tersebut pantas kita menyesali? Apa yang harus kita lakukan?

Kesalahan yang terbaik adalah kesalahan yang bertanggung jawab. Kesalahan yang bertanggung jawab ini maksudnya adalah sadar akan kesalahannya, bagaimana cara meminta maaf dan bagaimana memperbaiki kesalahan yang telah diperbuat dengan sesuatu yang baru dan jauh lebih baik dari apa yang pernah dilakukan.Jelas, dengan melakukan hal tersebut, meski melakukan kesalahan andalah orang bersalah yang terbaik. Tetapi semudah itukah melakukan ritual ini?

Ada satu sifat manusia yaitu mengelak dari kesalahan. Inilah hal terbesar yang sangat dibenci setiap orang yang terluka hatinya. Mengelak, atau berkelit dan mengatakan dirinya benar sebaiknya anda hindari. Mengatakan salah sebagai suatu kesalahan akan jauh lebih bijak daripada anda menyuap orang untuk mengatakan anda lah yang paling benar.

Cara meminta maaf pun beragam dan bervariasi. Tidak semua orang yang anda mintai maaf selalu mengiyakan untuk memaafkan. Terkadang dibutuhkan pendekatan tertentu sesuai karakter yang ia miliki. Keras atau lunak, kasar atau halus, itu adalah tantangan.

Minta Maaf lah jika sebuah kesalahan telah anda perbuat, baik yang anda sengaja ataupun tidak disengaja. Karena orang yang anda sakiti, tidak punya kacamata untuk melihat dari dimensi sengaja atau tidak snegaja. Yang ada hanyalah dimensi sakit hati.

( disadur dari : kompas.com )

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 04/03/2011 in tausyiah hati

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: