RSS

Cintai dan berbahagialah

06 Mar

Dulu saya sering berkata pada diri saya bahwa Allah swt senantiasa berdialog dengan hambanya.Dan seminggu ini Allah secara intensif berbicara terus pada diri saya dengan caranya yang indah.

Beberapa pekan ini memang saya rasakan sebagai hari yang amat berat. berbagai beban dan target kehidupan sudah ada di posisi deadline.Hal ini membuat nyaris seluruh waktu tercurah untuk mengerjakan seluruh target ini secara bersamaan yang telah membuat saya menjadi orang yang sibuk dan lelah. Akhirnya..tidak ada satupun target yang tercapai dengan baik.

Pada saat puncak lelah yang amat sangat, Allah “turun tangan” lagi dengan caranya yang indah.Lewat lisan sahabat-sahabat saya mengalirlah berbagai ucapan indah yang menguatkan.Lewat berbagai kejadian Allah mengajak saya untuk bangun dan berlari kembali.

Seorang teman sekaligus guru saya, kang syamril LPP salman ITB mengatatakan sebuah kata yang pendek kepada saya, beliau berkata : ” cintai apa yang akang lakukan, Insya Allah akang tidak akan lelah.” Beliau juga berkata : ” kenapa kita lelah ?, karena kita memilki tujuan yang bias …” masya Allah…

Saya masih termenung di sudut rumah Allah itu tempat dimana saya dan kang syamril berdiskusi.Dan renungan sayapun semakin dalam ketika saya diminta mendampingi ust Reza syarif seorang super trainer dalam bedah buku life excelent di daaruttauhid kemarin saat beliau berkata : “kenapa kita lemah dan loyo dalm menghadapi kehidupan kita ?, jawabnya karena kita tidak mencintai Muhammad Saw..” akhirnya kita ngarang…asal..dan akhirnya kita lelah karena kehilangan orientasi..Itulah kita manusia yang mengaku sebagai umat Muhammad tapi menjalani hidup dengan gaya kita sendiri”…ya Allah…astagfirullah…

Perenunganpun masih terus berlanjut bahkan berjalan menuju sebuah puncaknya, saat Allah berbicara melalui ilham di tidur yang amat lelap malam tadi. Dalam mimpi itu saya menjadi orang yang sangat berbahagia. Saya bisa terbang, saya merasakan langkah kaki saya teramat ringan. Saya berlari, meloncat dan menari-nari seperti yang dulu sering dilakukan ketika kecil. senyum cerahpun tak pernah lepas dari wajah saya dalam mimpi itu. Yang luar biasa adalah, saat itu Allah membangunkan saya sebentar dan tiba-tiba Allah mengilhamkan dalam hati dan fikiran saya : ” Kalau kamu ingin bahagia, belajarlah pada anak kecil…polos tanpa kepura-puraan,alami tanpa basa basi”hmmm..beberapa detik saja saya bangun sebelum Allah kemudian mengizinkan saya melanjutkan tidur yang lelap ini.

Dan perenunganpun masih belum berakhir. Sepertiga malam menjadi forum “dialog” hati dan akalku dengan sang pencipta. Dialog ini lebih merupakan sebuah kesimpulan dari “dialog” saya dan Allah lewat berbagi kejadian beberapa hari terakhir ini yang akhirnya sampai pada sebuah kata : ” Bergerakklah dengan energi cinta yang polos dan tanpa kepura-puraan. Bergeraklah untuk satu tujuan yang pasti, yaitu menjadi umat muhammad yang baik demi mencapai keridhaan Allah yang amat mencintai kita “….

( disadur dari : abuhaydar.wordpress.com )

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 06/03/2011 in tausyiah hati

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: