RSS

Duhai Jiwa yang kering

06 Mar

” Salam…kenapa hati merasa kering dan dahaga ? ” Pesan ini dikirimkan oleh seorang sahabat melalui fasilitas Yahoo mesengger. Cukup lama untuk merenung hingga akhirnya tangan ini bergerak dengan sendirinya dan menuliskan kata-kata ” kalau kita dahaga berarti kurang minum teh ” ..” Minumlah dari telaga kautsar…telaga ketenangan dan dzikir. Ingatlah hanya dengan mengingat Allahlah hati akan menjadi tentram “.. dan seorang sahabat di sebrang sana membalas dengan icon senyum. Sayapun melanjutkan menuliskan pesan : ” saya jadi ingat surat al anfal, saya lupa ayatnya. Ada ayat yang bercerita tentang hujan. Dimana salah satu fungsi dari hujan yang diturunkan Allah adalah untuk memberikan ketenangan kepada pasukan muslim yang pada saat itu sedang berperang dengan pasukan kafir yang berkoalisi dalam perang ahzab..” “iya ..trus ” sela sahabatku. ” Iya..saya fikir untuk mendapatkan ketenangan jiwa, kita butuh sesuatu dari langit. Kita harus ” minum ” sesuatu yang langsung dari langit agar kita tidak dahaga. Itulah Al Quran..” ” Kita tidak akan pernah merasa kering karena kita meminum sesuatu dari sumber mata air yang tidak pernah kering. Kita tidak akan pernah dahaga karena kita dekat dengan yang maha……” dan icon senyumpun muncul di monitor komputer saya seiring dengan kata : ” subhanallah..jazakallah khair kang …” ” waa iyaki…

Perbincangan yang singkat disela kesibukan kemarin sekarang kembali teringat di memori otak saya. Seolah menggedor kesadaran dan menampar diri yang beberapa hari terakhir ini mulai merasa kekeringan serupa yang pernah di rasakan oleh seorang ukhti sahabat saya itu. Terasa memang semakin jarang saya mereguk kedamain telaga kautsar itu. Terasa terlalu sibuk dengan berbagai aktivitas yang melelahkan….duhai….kenapa ini bisa terjadi yaa rob…

Disudut malampun akhirnya saya terpengkur.Tausyiah dari sang murobbi terasa seperti hujan yang amat menyejukan menyirami dahaga jiwa yang mulai terasa parah ini. Sampai pada saatnya sang waktupun akhirnya membunuh rasa damai ini..duhai..kenapa engkau terlalu singkat wahai sang waktu. Padahal belum puas diri ini mereguk air dari telaga kautsar itu…

Jari inipun mengalir lagi tanpa terkendali diatas tuts keyboard ini : ” Berpuaslah wahai diri. Reguklah air ketenangan dan kedamaian dari sumber kedamian abadi..semoga dirimu tenang dalam pelukan Ilahi…”

Wahai jiwa yang tenang, kembalilah pada Tuhanmu…..

( disadur dari : abuhaydar.wordpress.com )

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 06/03/2011 in tausyiah hati

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: