RSS

Bakti kepada Orang Tua

31 Jan


Orang tua itu adalah orang yang sangat berjasa dalam kehidupan kita,
seperti contoh seorang ibu dia dengan bersusah payah mengandung kita selama 9 bulan,
kemudian setelah kita lahir ke dunia ini beliau mengurus kita sedari bayi rela mengorbankan
waktu nya untuk kita, mengurus kita sampai saat ini, memberikan kita sebuah cinta yang abadi,
cinta yang takkan pernah tergantikan.
Dan seorang ayah dia adalah orang yang dengan bersusah payah, memeras keringat,
membanting tulang hanya untuk menafkahi istri dan anak – anaknya, bekerja siang malam tak kenal lelah berharap anak istrinya mendapatkan kehidupan yang layak dan nyaman.
Lantas kewajiban apa yang dapat kita lakukan untuk kedua orang tua kita ?

1. Berbakti kepada orang tua.
Qs 46 (Al Ahqof) :15. Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada ibu bapaknya,
ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula).
Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa

dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa:
“Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku
dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang sholeh yang Engkau ridhoi;
berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku.
Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.”
Terjemah Al Ahqof diatas sudah sangat jelas memerintahkan kita untuk berbakti kepada orang tua kita.

2. Hormat dan mematuhi orang tua.
Hormat dan menghargai kepada keduanya, merendahkan suara dan memuliakan keduanya
dengan perkataan dan perbuatan yang baik, tidak menghardik dan tidak mengangkat suara
di atas suara keduanya, tidak berjalan di depan keduanya, tidak mendahulukan istri dan anak
atas keduanya, tidak memanggil keduanya dengan namanya namun memanggil keduanya
dengan panggilan, “Ayah, ibu,” dan tidak bepergian kecuali dengan izin dan kerelaan keduanya.
Dan ada hadits Nabi Muhammad SAW: “Tidak termasuk golongan umatku, mereka yang (tua)
tidak menyayangi yang muda, dan mereka yang (muda) tidak menghormati yang tua”
(Riwayat at-Turmudzi).
Jika seorang anak tidak melakukan penghormatan, maka ia disebut anak durhaka.
Ini merupakan dosa besar, yang diancam masuk neraka.
Dalam suatu hadits disebutkan: “Diantara dosa-dosa besar adalah menyekutukan Alloh,
durhaka kepada orang tua, membunuh dan menyatakan sumpah palsu”. (Riwayat Bukhori).
Seorang laki-laki bertanya kepada Rosululloh SAW,” Ya Rosululloh, Siapa yang paling harus
aku hormati ? ” Rosululloh SAW menjawab,”Ibumu”. Laki-laki itu bertanya lagi,
“Kemudian siapa lagi ?” Rosululloh SAW menjawab,”Ibumu”. Laki-laki itu bertanya lagi,
“Kemudian siapa lagi ?” Rosululloh SAW menjawab,”Ibumu”. Laki-laki itu bertanya sekali lagi,

“Kemudian siapa ? Rosululloh SAW menjawab,”Bapakmu”. (Shohih Bukhori).
Rosululloh SAW bersabda, “Surga ada dibawah telapak kaki ibu.”

3. Memuliakan orang tua
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia
dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.
Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut
dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya
perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka
perkataan yang mulia” QS. Al-Isro’, 17: 23.
Karena kedua orang tua, terutama ibu, telah mengawali melakukan kewajiban dengan kasih sayang
yang dilimpahkan.
Sejak anak masih berupa bayi, bahkan masih dalam kandungan, hamil dengan penuh kesusahan,
melahirkan, menyusui, merawat, mendidik dan menafkahi.
Semua itu merupakan bentuk kasih sayang yang telah dilakukan kedua orang tua
(Lihat: QS. Luqman, 31: 14 dan QS al-Ahqof, 46: 15).
Jadi, tinggal anak yang berkewajiban untuk menghormati dan memuliakan kedua orang tuanya.

4. Rawat dan jagalah mereka dengan penuh cinta
Masyarakat Indonesia sekarang ini, banyak anak yang enggan menyisihkan sebagian waktunya,
mengucurkan keringat atau sekadar berlelah-lelah sedikit, untuk merawat orang tuanya
yang sudah ‘uzur’.
Terutama sekali, bila anak tersebut sudah berkedudukan tinggi, sangat sibuk dan punya segudang aktivitas.
Akhirnya, ia merasa sudah berbuat segalanya dengan mengeluarkan biaya secukupnya,
lalu memasukkan si orang tua ke panti jompo!!
Apakah itu sepadan dengan apa yang dilakukan oleh orang tua terhadap kita dahulu
sejak kita masih dalam kandungan sampai pada saat ini, dimana mereka menjaga,
merawat kita dengan penuh cinta, kasih sayang, orang tua yang rela tidak tidur semalaman
demi menjaga kita,membanting tulang untuk memberi kita makan, pendidikan dan hidup yang layak.
Apakah dengan memasukan kedua orang tua kita ke panti jompo atau semacamnya itu
pantas untuk semua pengorbanan yang telah di lakukan oleh orang tua terhadap kita,
seharusnya kita bisa menjaga mereka dikala mereka sudah renta, mungkin kita tidak akan pernah
bisa membalas semua pengorbanan orang tua kita sejak dahulu akan tetapi hendak lah
kita tunjukan rasa cinta kita, rasa sayang kita terhadap kedua orang tua kita dengan menjaga,
merawat mereka dengan penuh cinta ketika sudah renta sebagaimana apa yang telah mereka lakukan terhadap kita.
Orang tua kita selalu memberikan yang tebaik untuk kita, apakah kita bisa melakukan yang baik
untuk orang tua kita.

5. Mendoakan kedua orang tua.
Wahai Rosululloh, apakah aku masih mempunyai kewajiban bakti kepada orang tua
yang harus aku kerjakan setelah kematian keduanya?”
Rosululloh SAW. bersabda, “Ya ada, yaitu empat hal: mendoakan keduanya, memintakan ampunan untuk keduanya, melaksanakan janji keduanya, memuliakan teman-teman keduanya,
dan menyambung sanak famili di mana engkau tidak mempunyai hubungan kekerabatan
kecuali dari jalur keduanya.
Itulah bentuk bakti engkau kepada keduanya setelah kematian keduanya.” (HR Abu Daud).
Salah satu dari tanda cinta kasih kita kepada ibu adalah munculnya pengharapan agar si ibu
selalu hidup berbahagia.
Bila ia sudah meninggal dunia, kita juga senantiasa mendoakannya, serta memohonkan ampunan untuknya.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 31/01/2012 in Akhlak

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: